HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRAMAT

Hanifah, Hilmi (2026) HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRAMAT. Diploma thesis, Universitas Harkat Negeri.

[img] Text (Bab 1)
bab 1.pdf

Download (191kB)
[img] Text (Bab 2)
bab 2.pdf

Download (326kB)
[img] Text (Bab 3)
bab 3 terbaru.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 4)
bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB) | Request a copy
[img] Text (Bab 5)
bab 5.pdf

Download (97kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (162kB)
[img] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (1MB)
[img] Text (COVER)
Coverrr.pdf

Download (722kB)

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan anak, terutama pada usia 2-5 tahun. Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting adalah pola makan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kramat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 69 responden, yaitu ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian stunting diperoleh melalui pengukuran antropometri tinggi badan menurut umur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki pola makan tidak tepat sebanyak 37 responden (53,6%) dan sebagian besar anak mengalami stunting kategori sangat pendek sebanyak 36 responden (52,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,023 ( < 0,05) Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kramat. Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value = 0,023 (p < 0,05), sehingga Hipotesis Nol (H₀) ditolak dan Hipotesis Alternatif (Hₐ) diterima. Dengan demikian, pola makan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kramat. Oleh karena itu, perbaikan pola makan, peningkatan edukasi kepada ibu, serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting. Kata kunci: pola makan, stunting, anak usia 2-5 tahun

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Sekolah Vokasi Kesehatan > Diploma III Keperawatan
Depositing User: Hilmi Hanifah
Date Deposited: 14 Oct 2026 08:45
Last Modified: 14 Oct 2026 08:45
URI: http://repository.harkatnegeri.ac.id/id/eprint/8692

Actions (login required)

View Item View Item