Khoirunnida, Muthia (2026) EVALUASI PERAN APOTEKER DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK JAGA SEHAT DESA JAGAPURA KABUPATEN BREBES. Diploma thesis, universitas harkat negeri.
|
Text (COVER)
cover TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (802kB) |
|
|
Text (BAB I)
bab I TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (33kB) |
|
|
Text (BAB II)
bab II TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (51kB) |
|
|
Text (BAB III)
bab III TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Restricted to Registered users only Download (38kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
bab IV TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Restricted to Registered users only Download (66kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB V)
bab V TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (16kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (34kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
lampiran TA Muthia Khoirunnida_23080046.pdf Download (942kB) |
Abstract
Apotek merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tempat apoteker memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien. Pelayanan kefarmasian di apotek memiliki peran strategis dalam menunjang efektivitas terapi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Mutu atau kualitas pelayanan merupakan standar menyeluruh yang mengarah pada tingkat kesempurnaan suatu layanan. Dalam pelaksanaannya, apoteker memiliki tanggung jawab utama untuk menjamin kesesuaian seluruh proses pelayanan dengan Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat kontribusi peran apoteker dalam peningkatan mutu pelayanan kefarmasian di Apotek Jaga Sehat Desa Jagapura Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan lembar ceklis kepada apoteker penanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apoteker di Apotek Jaga Sehat Desa Jagapura telah berperan aktif dalam meningkatkan mutu pelayanan sesuai standar Permenkes No. 73 Tahun 2016. Pengelolaan sediaan farmasi, mulai dari perencanaan hingga penyimpanan, berjalan dengan baik melalui penerapan sistem defekta, analisis fast moving dan slow moving, serta prinsip FEFO. Sementara itu, pelayanan farmasi klinik seperti pengkajian resep, pelayanan informasi obat, dan konseling telah dilaksanakan secara optimal, meskipun aspek dokumentasi dan efisiensi waktu masih perlu ditingkatkan. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kekosongan stok dari distributor dan keterbatasan waktu pelayanan, namun dapat diatasi dengan pemberian alternatif obat yang sesuai. Kata kunci: Peran apoteker, mutu pelayanan kefarmasian, pengelolaan sediaan farmasi, farmasi klinik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Sekolah Vokasi Kesehatan > Diploma III Farmasi |
| Depositing User: | MUTHIA KHOIRUNNIDA |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 04:01 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 04:01 |
| URI: | http://repository.harkatnegeri.ac.id/id/eprint/8360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

