IMPLEMENTASI STRATEGI PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KARAOKE PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALADAWA KABUPATEN TEGAL

Utami, Melani (2026) IMPLEMENTASI STRATEGI PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KARAOKE PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALADAWA KABUPATEN TEGAL. Diploma thesis, UNIVERSITAS HARKAT NEGERI.

This is the latest version of this item.

[img] Text (COVER)
COVER TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (696kB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1 TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (187kB)
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (360kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4 TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5 TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (162kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (181kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN TA MELANI DWI UTAMI 23130063.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan gangguan persepsi sensori yang ditandai dengan munculnya suara-suara tanpa adanya rangsangan nyata dan dapat mengganggu fungsi biologis, psikologis, sosial, serta spiritual pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi pendengaran adalah terapi karaoke, yaitu aktivitas bernyanyi dengan iringan musik sebagai bentuk distraksi untuk mengalihkan perhatian pasien dari stimulus internal ke stimulus eksternal yang positif. Tujuan: Mengetahui implementasi terapi karaoke dalam upaya mengontrol terjadinya halusinasi pendengaran pada pasien dengan halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Kaladawa Kabupaten Tegal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien dengan diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi diberikan berupa terapi karaoke selama 30 menit, satu kali sehari selama 3 hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan penilaian menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil: Setelah diberikan terapi karaoke, pasien menunjukkan penurunan frekuensi munculnya halusinasi, peningkatan kemampuan mengalihkan perhatian dari suara halusinasi, lebih kooperatif saat berinteraksi, serta mampu mengikuti aktivitas yang dijadwalkan. Skor AHRS menunjukkan penurunan skor dari 15 (halusinasi sedang) sebelum intervensi menjadi 11 (halusinasi ringan) setelah intervensi. Penurunan skor tersebut ditandai dengan berkurangnya frekuensi dan durasi halusinasi, menurunnya intensitas dan tingkat gangguan akibat suara yang didengar, dan meningkatnya kemampuan dalam mengendalikan halusinasi. Kesimpulan: Terapi karaoke dapat membantu pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran melalui mekanisme distraksi, meningkatkan fokus pada stimulus nyata, serta memberikan efek relaksasi dan suasana hati yang lebih positif. Terapi karaoke dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien dengan halusinasi pendengaran. Kata kunci: halusinasi pendengaran, terapi karaoke, skala AHRS

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Sekolah Vokasi Kesehatan > Diploma III Keperawatan
Depositing User: MELANI DWI UTAMI
Date Deposited: 16 Oct 2026 07:28
Last Modified: 16 Oct 2026 07:28
URI: http://repository.harkatnegeri.ac.id/id/eprint/8766

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item