Nabila, Rifdah Hana (2024) ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. C DI PUSKESMAS LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL (Studi Kasus Umur >35th, Grandemultipara, dengan Penerapan Pijat Oksitosin). Diploma thesis, POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA.
|
Text (COVER)
COVER TA Rifdah.pdf Download (807kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Rifdah.pdf Download (112kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB II Rifdah.pdf Download (296kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Rifdah.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV Rifdah.pdf Restricted to Registered users only Download (422kB) |
|
|
Text (BAB V & DAFTAR PUSTAKA)
BAB V & Daftar Pustaka Rifdah.pdf Download (101kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN Rifdah.pdf Download (542kB) |
Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan adanya program Sustainable Development Goals (SDGs). Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator rencana pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2023. Sebagai akibatnya di tahun 2030, menurunkan rasio Angka Kematian Ibu (AKI) kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup serta Angka Kematian Bayi (AKB) minimal 12 per 1.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000 masalah (PPN & Bappenas , 2022). Angka Kematian Ibu (AKI) telah turun sekitar 38% yaitu per 100.000 kelahiran hidup. 94% dari semua kematian ibu sekitar dua pertiga dari 196.000 terjadi di negara berkembang seperti Afrika Sub-Sahara sementara Asia Selatan menyumbang hampir seperlima dari 58.000, diikuti oleh Myanmar. Di Asia Tenggara, antara lain Indonesia 180 per 100.000 kelahiran hidup, Timor Leste 140 per 100.000 kelahiran hidup, Filipina 128 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 43 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 38 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei Darussalam 31 per 100.000 kelahiran hidup. , dan Malaysia 29 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama yang menyebabkan kematian ibu hampir 75% kasus yaitu pendarahan hebat, infeksi setelah melahirkan, Preeklampsia dan eklampsia, serta komplikasi dari persalinan (WHO, Kematian Ibu, 2019).Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lebaksiu pada tahun 2023 ibu hamil dengan faktor resiko ada 140. Diantaranya ibu hamil dengan resiko umur >35 tahun ada 30 kasus, ibu hamil dengan usia <20 tahun ada 10 kasus, Ibu hamil dengan anemia ada 25 kasus, ibu hamil dengan kekurangan 4 energi kronik ada 30 kasus, ibu hamil dengan preeklamsi berat 30 kasus, ibu hamil dengan faktor jarak ada 25 kasus, lain-lain 15 kasus. Berdasarkan data diatas penulis memilih membuat Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. C umur 42 Tahun G5P2A2 dengan Umur > 35 Tahun, Grandemultipara dengan Penerapan Pijat Oksitosin.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Kesehatan > Diploma III Kebidanan |
| Depositing User: | Perpustakaan Harkat Negeri |
| Date Deposited: | 26 May 2026 09:21 |
| Last Modified: | 26 May 2026 09:21 |
| URI: | http://repository.harkatnegeri.ac.id/id/eprint/7006 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

