UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xantorriza Roxb) DAN KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

Azzahra, Elsa Namita (2026) UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xantorriza Roxb) DAN KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans. Diploma thesis, UNIVERSITAS HARKAT NEGERI.

[img] Text (Cover)
COVER.pdf

Download (763kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (26kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf

Download (743kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (13kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (50kB)
[img] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh aktivitas bakteri penghasil asam, terutama Streptococcus mutans, yang memfermentasi karbohidrat setelah dikonsumsi manusia. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit (Curcuma longa) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak temulawak dan kunyit terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode uji aktivitas antibakteri secara in vitro. Kombinasi ekstrak dibuat dalam beberapa rasio, yaitu 2:1 (2 ml ekstrak temulawak dan 1 ml ekstrak kunyit), 1:2 (1 ml ekstrak kunyit dan 2 ml ekstrak temulawak), serta 1:1 (masing-masing 1 ml ekstrak temulawak dan kunyit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Kombinasi ekstrak dengan rasio 2:1 dengan rata-rata 66,682 mm2 menunjukkan daya hambat terbesar dibandingkan rasio 1:2 rata-rata 36,721 mm2 dan 1:1 rata-rata 23,604 mm2. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak temulawak dan kunyit dengan proporsi temulawak yang lebih tinggi memberikan efek antibakteri yang lebih optimal terhadap Streptococcus mutans. Kata kunci: Temulawak, Kunyit, Antibakteri, Streptococcus mutans, Karies gigi

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Sekolah Vokasi Kesehatan > Diploma III Farmasi
Depositing User: ELSA NAMITA AZZAHRA
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:02
Last Modified: 08 Sep 2026 02:02
URI: http://repository.harkatnegeri.ac.id/id/eprint/7467

Actions (login required)

View Item View Item